Hati-hati, 5 Negara Paling Berbahaya Bagi Solo Traveling
Hati-hati, 5 Negara Paling Berbahaya Bagi Solo Traveling
Solo traveling atau bepergian sendiri makin banyak digemari oleh perempuan pada 2025. Namun, perempuan perlu menentukan destinasi yang tepat perjalanan solo karena banyak ketidaknyamanan bahkan bahaya fisik yang mungkin ditemui.

Oleh karena itu, solo traveler harus mengetahui negara mana saja yang ramah dan tidak ramah untuk perempuan. Berbagai insiden, seperti kekerasal seksual yang dialami perempuan pelancong dari spanyol di india tahun lalu, menjadi salah satu yang dihadapi di negara-negara tertentu.

Ada 5 negara di dunia yang tidak ramah untuk solo traveler perempuan.

1. Afrika Selatan

1. Afrika Selatan

Daftar teratas sebagai negara paling berbahaya bagi pelancong wanita solo adalah Afrika Selatan. Yang mengejutkan, hanya 25% wanita yang merasa aman berjalan sendirian di malam hari di negara ini. Dengan reputasi kekerasan seksual yang terkenal, diperkirakan lebih dari 40% perempuan Afrika Selatan pernah mengalami pemerkosaan seumur hidup mereka. Tidak mengherankan jika Afrika Selatan mendapat nilai terendah dalam indeks tersebut, dan mendapat nilai "F" karena statistiknya yang suram.

2. Brasil

Brasil berada di urutan kedua sebagai negara paling berbahaya bagi wisatawan wanita. Hanya 28% perempuan yang merasa aman berjalan sendirian di malam hari, ditambah lagi dengan tidak pembunuhan berencana terhadap perempuan tertinggi ketiga. Selain itu, sekitar 36,95 perempuan di Brasil pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual dari pasangan intimnya, sehingga semakin memperburuk masalah keamanan.

3. Rusia

3. Rusia

Rusia menduduki peringkat tiga karena tingginya tingkat pembunuhan berencana terhadap perempuan, dan menduduki peringkat kedua secara global. Selain itu, negara ini termasuk dalam sepuluh negara teratas dengan pembatasan hukum yang menghambat pertisipasi perempuan dalam bidang sosial dan ekonomi.

4. Meksiko

4. Meksiko

Meksiko menenpati perigkat keempat dalam hal tingkat kekerasan terhadap perempuan yang menghawatirkam, dengan hanya sekitar 33% yang merasa aman berjaan sendirian di malam hari. Kekerasan seksual di luar pasangan merupakan hal yang lazim dan menimpa sekitar 16% perempuan, sehingga berkontribusi terhadap reputasi destinasi ini sebgai destinasi berbahaya bagi wisatawan perempuan.

5. Iran

Masuknya Iran dalam daftar tersebut terutama disebabkan oleh kesenjangan gender yang signifikan, dimana kesenjangan antar gender masih terjadi dalam partisipasi ekonomi, pendidikan, kesehtan, dan pemberdayaan politik. Diskriminasi hukum terhadap perempuan dan tinginya indeks kesenjangan gender global semakin menekankan tantangan Iran terhadap wisatawan perempuan.

 

Meskipun negara-negara ini memberikan tantangan besar bagi wisatawan perempuan, penting untuk ditekankan bahwa tindakan pencegahan dan kesadaran keselamatan dapat mengurangi risiko. Meneliti destinasi, tetap mendapat informasi tentang adat istiadat dan hukum setempat, dan memilih akomodasi yang memiliki reputasi baik dapat meningkatkan pengalaman perjalanan Anda.

Bagaimana reaksimu?

Komentar

https://souvio.com/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!